Selangkah Lebih Jago Capai Mimpi Dengan Mini Bootcamp

Daftar Disini untuk ikutan Mini Bootcamp Ibu Makin Jago


Estimasi waktu membaca: 5 menit

Apapun mimpi Ibu buat diri dan keluarga, rasanya selalu perlu “modal” yah. Jangan keburu pusing nyari sana-sini dulu bu, mungkin jawabannya ada di rekeningmu.

“Yah bu, harga-harga lagi pada naek gini apa yang mau dihemat lagi, belum kebutuhan anak lagi ada aja extranya.”

Setuju bu! Kelola keuangan rumah tuh memang tricky abis, karena banyaknya pos pengeluaran dari yang gede sampe printilan banget, belum lagi sifatnya yang dinamis jadi banyak pengeluaran tak terduga. Dilan aja mungkin gak akan kuat, memang buibu jagonya atur uang, betul gak bu?

Mayoritas keuangan rumah tangga memang dipegang oleh Ibu. Makanya penting banget nih buat Ibu terus tingkatin literasi keuanganmu.Wajar kok kalo Ibu masih suka bertanya-tanya ke diri sendiri, “Aku dah ok belum yah atur uang keluarga? Kok kayanya ada yang kurang aja padahal income juga dah nambah bulan ini?"

Good bu! Artinya Ibu dah siap nih buat naik level belajar lagi, kalau segini aja dah jagoan kelola uangnya.. wiih… Apalagi kalo dikasih uang 1 Miliar sebulan bu!

Sambil menuju kesana, kita belajar dulu gimana optimalin yang kita punya sekarang dengan bikin action plan keuangan. End goalnya ya mimpimu. Kira-kira apa saja ya yang harus dipersiapkan? Yuk, kita simak apa aja nih hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan menurut ibu Dian Savitri, MM. CFP.

Ketahui Fase Kehidupan Kita Saat Ini

Untuk menentukan action plan keuangan, sebelumnya ibu wajib tahu informasi ini terlebih dahulu. Karena menurut ibu Dian Savitri, MM. CFP setiap kehidupan manusia punya fase yang berbeda, otomatis akan beda juga tujuan atau financial goals-nya.

Tahapannya adalah mulai dari tahap pre-produktif (lahir hingga sekolah), tahap akumulasi aset (produktif bekerja), dan tahap distribusi aset (pensiun). Usia bisa jadi indikator setiap tahapnya, misalnya tahap mengumpulkan uang, tahap mengembangkan uang dan tahap distribusi kekayaan.

Dengan menyadari fase saat ini, dan mempersiapkan diri buat fase berikutnya kita jadi lebih conscious, mawas diri ditengah keinginan yang bisa jadi, batasannya hanya langit. Udah punya pesawat jet pribadipun bisa kan kita berpikir “this is not enough”.

“Tapi mending nangis di atas jet pribadi kaya Syahrini, daripada nangisnya di angkot”. Pernah denger kata mutiara yang viral ini bu?

Paling mudah memang membandingkan rezeki kita sama orang lain. Kalau hasilnya jadi bikin kita semangat mengejar mimpi karena terinspirasi sih boleh lah, tapi kalau sampe akhirnya jadi julid dan gak bikin happy lalu malah memaksakan diri padahal kemampuan ekonomi gak seperti itu, yang ada lelah sih bu.

Yuu secara objektif mengukur diri, misalnya: bahwa saat ini kita dalam usia produktif mampu mencari sumber-sumber penghasilan lainnya, punya orang tua dan anak yang harus dibiayai sekolahnya. Bermimpi untuk punya rumah dengan style idaman, dan sadar bahwa 20++ tahun lagi memasuki usia pensiun.

Identifikasi Sumber Pemasukan

Pemasukan keluarga terkadang diistilahkan pada satu pintu atau dua pintu. Biasanya hal ini tergantung dari siapa saja nih yang berperan mencari pemasukan keluarga. Namun bu, walaupun pemasukan dari satu pintu, ada hal yang lebih penting lagi yaitu sumber pemasukannya.

Karena ternyata kita bisa mengidentifikasi dan memetakannya sehingga nominal pemasukan dapat dikalkulasi dengan lebih jelas. Menurut ibu Dian Savitri, MM. CFP, dari mana saja sih sumber pemasukan keluarga?

Jadi sumber pemasukan keluarga itu beragam bu. Bisa melalui hasil usaha/bisnis/dagang yang ibu atau suami jalankan. Bisa juga dari hasil sewa properti, seperti kontrakan atau kos-kosan. Selain itu sumber pemasukan juga bisa dari komisi, bonus/insentif/THR, royalti, fee/honor dan gaji yang didapatkan tiap bulannya dari perusahaan tempat bapak atau ibu bekerja.

Setelah ibu mengidentifikasi sumber pemasukan bersama pasangan, ibu bisa loh mulai membagi mana yang kebutuhan, keinginan dan kewajiban untuk dipenuhi.

Nah, biasanya disini agak tricky ya, bu. Seperti pepatah yang berbunyi, “Terkadang apa yang kita inginkan bukan berarti yang kita butuhkan”. Namun disinilah tantangannya bu! Karena sebagai ibu kita harus cermat membuat pos budgeting keluarga demi pengelolaan keuangan keluarga yang lebih sehat.

“Duh aku sih ya corat coret aja kebutuhan sekolah berapa, rumah berapa, yang penting nutup semua.” Bener bu rasanya tenang yah kalo nutup semua, tapi lebih baik lagi kalo Ibu dan Bapak punya budgeting plan tertulis yang rinci tapi mudah dievaluasi. Eh gimana?

Foto Ibu Makin Jago (11).png

Tenang bu, kalau masih bingung, ikutan Mini Bootcamp Ibu Makin Jago yuk? Disini belajar lengkap dalam kelas Mommy & Money. Budgeting plan dan gimana mengeksekusinya tentu jadi bahasan utama disini.


Daftar Disini untuk ikutan Mini Bootcamp Ibu Makin Jago


Identifikasi posisi aset dan utang

Suka denger “Net worth” bu? Misalnya nih tiap tahun suka ada berita “Kim Kardashian Net Worth 2022, 24 T (IDR)”.

Net worth itu : Total kekayaan dengan mempertimbangkan semua aset dan kewajiban keuangan.

Pernah ngitung Net Worth rumah tanggamu belum bu? Cuss coba itung deh, biar jadi motivasi buat terus meningkat setiap tahunnya.

Dalam Net Worth ini Ibu juga perlu membuat perincian mengenai posisi aset dan hutang keluarga. Jangan lupa untuk tanyakan dengan suami yah bu mengenai hal ini, supaya bisa lebih transparan dan tidak ada yang terlewatkan. Inget yah bu mayoritas sih koleksi tas dan sepatu gak diitung sebagai aset.

Identifikasi dan hitung tujuan keuangan sesuai prioritas

Namanya juga manusia, kan kita banyak mau yah bu. Nah kumpulin deh tuh berbagai goals lalu susun prioritasnya supaya Ibu bisa menyesuaikan dengan waktu dan kemampuan keuangan keluarga. Jadi lebih realitis sambil tetap optimis bu.

Nah kalau masih bingung, kira-kira ngumpulin dana buat proteksi atau dana darurat dulu yah? atau antara melunasi hutang atau investasi yah? Ini pengetahuan penting yang akan memandumu seumur hidup dalam membuat keputusan finansial, jadi ikut diskusi bareng di Mini Bootcamp Mommy & Money yuk bu.

Termasuk juga memilih investasi yang tepat dan aman. Tentunya dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dong.

Ibu bisa mengawalinya dengan menentukan instrumen yang tepat sesuai jangka waktu penggunaan uang. Pilihannya beragam seperti investasi reksadana, obligasi, emas, saham dan sebagainya.

Apapun pilihanmu, pastikan ibu menginvestasikan dana ke tempat yang aman dan konsisten top up. Contoh, misalnya pilih investasi reksadana buat persiapan dana pensiun, bisa via Bibit di aplikasi Jago dan gunakan fitur Auto Save supaya lebih disiplin. Kemudahan dan otomatisasi jadi jurus andalan buat bantu ibu rajin konsisten berinvetasi.

Baca juga: Paling Enak Kalau Bisa Investasi Reksa Dana yang Cerdas Tapi Nggak Ribet: Yuk Cari Tahu

Dengan ibu mengetahui tujuan keuangan keluarga sesuai prioritas, ibu bisa lebih tenang nih menentukan instrumen investasi yang ingin ibu pilih.

Sesuaikan anggaran bulanan dengan tujuan keuangan

Anggaran setiap rumah tangga tentunya berbeda-beda yah bu. Jadi tidak bisa disama ratakan semua.

Apalagi mengenai nominal savings / investasi, anggaran pribadi, operasional rumah tangga dan sebagainya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan rumah tangga. Cuma Ibu dan Bapak yang tahu dan bisa dengan tepat menyusun anggaran rumah tanggamu.

Upskill untuk kelola keuangan keluarga!

Nah, mungkin banyak ibu yang bertanya-tanya, ”Cara saya mengelola keuangan udah bener belum yah?” atau,”Duh, masih gak paham nih dengan keuangan. Rasanya lliterasi tentang keuangan masih kurang banget. Apa saya harus sekolah lagi?”

Bu, jangan khawatir, karena banyak sekali sumber informasi yang bisa ibu dapatkan seperti belajar dari website Ibu Makin Jago mengenai masalah keuangan sehari-hari.

Nah, supaya Ibu bisa sekalian nih praktek bikin budget dan action plan buat mimpimu, Ibu Makin Jago mau ngajak Ibu buat ikutan Mini Bootcamp tentang “Ibu Makin Jago Atur Keuangan Untuk Meraih Mimpi”.

mini bootcamp.png

Daftar Disini untuk ikutan Mini Bootcamp Ibu Makin Jago


Cara ikutannya gampang, ibu hanya cukup membuat kantong belajar minimal Rp 35.000 yang nantinya akan digunakan untuk investasi kemampuan ibu dalam mengelola keuangan rumah tangga. Jadi Mini Bootcamp-nya free yah bu, karena uangnya tetap di rekening Ibu.

Tampilannya seperti ini...

Foto Ibu Makin Jago (10).png

Dan ibu bisa membuat Kantong Jago untuk meraih mimpi ibu, dengan men-download aplikasi jago terlebih dahulu disini yah bu! Ibu cukup mengikuti instruksi selanjutnya dari aplikasi Jago untuk dapat mengakses kantong Jago smartphone ibu. Untuk cara cepatnya, ibu bisa mengikuti tahapan membuat kantong Jago disini.

Sampai ketemu di Mini Bootcamp “Makin Jago Atur Keuangan Untuk Meraih Mimpi” bu!

Infografis Ibu makin Jago (2).png


Share:

Artikel Terkait

Jago Keluarga - May 20, 2022

Bukan Mission Impossible, Lakukan Tips Ini untuk Menabung Dana Haji

Baca selengkapnya >
Jago Personal - Aug. 1, 2022

Catat, Bu! Ini 4 Cara Menjadi Penulis dan Monetized Blog

Baca selengkapnya >
Cek Artikel Serupa

Comments

Wajib banget ikutan sih ini!!!

Zantia

Aku mau daftar!

Citra

Aku mau daftar

Cahyaning dewi

Kok upload file nya gabisa bisa yah, kira2 kenapa ya bu?

Maryam

Bu.. aku kok gak ngerti ya cara ngecek cheklistnya itu. Mau ikutan jadinya

Marsha

Add a Comment




Berlangganan

Jangan kelewatan artikel dan berita terbaru agar #Ibumakinjago ngatur cuan, jalanin bisnis, dan ngurus keluarga.

© 2021. Persembahan Ibu Punya Mimpi dan Bank Jago