Nggak Cuma Tahun yang Baru, Anggaran Rumah Tangga Baru Juga Dong!

Layalia Fatharani

Penulis Artikel & Ibu Rumah Tangga

@ranaio

Halo, Ibu Jagoan! Gimana nih persiapan tahun baru? Eits, maksudnya bukan rencana hura-hura tahun baruan yah, bu. Namun persiapan untuk survive selama setahun kedepan nih! Walaupun ibu ada momen selebrasi di tahun ini, namun jangan lupa kita atur rencana keuangan di tahun depan. Siapa nih yang udah siap-siap berbenah keuangan?

Mungkin di tahun ini ada yang ngalamin “jatuh” dalam finansial namun berhasil bangkit? Ada juga yang nominal dana daruratnya sudah tercapai? Apapun itu semoga menjadi pembelajaran agar lebih baik lagi dalam mengelola keuangan yah Bu.

Buat ibu yang kemarin ikut Webinar #IbuJagoan Siap Hadapi 2023, pasti udah punya gambaran nih kira-kira apa yang harus dilakukan di penghujung 2022 supaya Ibu makin jago mengelola keuangan di tahun baru. Kali ini, kita akan coba bahas lebih rinci yah!

1. Evaluasi Keuangan

Seperti biasa, sebelum menentukan langkah selanjutnya, pastikan kita mulai dari evaluasi keuangan kita dulu yah, bu. Jadi, untuk tahu di mana “posisi” kita sekarang, ibu perlu banget nih mencatat dulu apa saja sih aset yang kita miliki. Untuk apa sih? Tujuannya, agar kita dapat menentukan tujuan yang realistis dan tepat dalam menentukan goal jangka pendek, menengah, dan panjang.

Jangan lupa untuk mencatat seluruh aset baik tunai maupun non-tunai (seperti properti misalnya). Tulis juga seluruh pos penghasilan dan pengeluaran selama setahun ini dalam tiap bulan. Jangan lupa sertakan penanggung jawabnya. Lalu, jangan lupa cek juga jika ada tanggungan hutang ya Bu. Jika ada, coba jumlahkan total semua hutang kita.

Dari situ, kita mungkin bisa menemukan angka nominal yang bisa kita tabung per bulannya. Bagaimana jika kurang atau pas tidak ada yang bisa ditabung? Ibu Jagoan bisa juga loh menambah penghasilan sebagai salah satu cara mengelola keuangan rumah tangga.

Jangan lupa rumus yang bu Nadia Harsya berikan saat webinar lalu; rasio pengeluaran rumah tangga sebaiknya 4x pengeluaran bulanan, rasio menabung minimal 10% penghasilan, dan rasio cicilan hutang maksimal 30 % penghasilan.

Jangan lupa juga untuk melakukan evaluasi dalam keadaan netral yah. Karena keuangan pribadi itu harus dipikirkan secara rasional walaupun membawa emosional yah Bu! Maka itu keputusan-keputusan keuangan memang sebaiknya dilakukan dalam keadaan netral.

Terakhir, coba berikan pertanyaan kepada diri sendiri seperti :

  • Apakah sudah berusaha maksimal mencari rezeki?
  • Sudah hidup sesuai kemampuan?
  • Sudah membayar masa depan untuk diriku dan keluarga?
  • Sudah melihat uang sebagai harapan dan bukan ketakutan?

2. Susun Budget dan Rencana Keuangan

Nah, kalau kita sudah melakukan evaluasi, seharunya kita sudah tahu nih berapa perkiraan kemampuan kita dalam menyusun budget.

Ibu juga bisa membaginya dalam 5 kategori budget yaitu menabung dan investasi, cicilan dan hutang, biaya hidup, sosial dan gaya hidup. Detailnya bisa ibu lihat di point 3 yah! Prioritasnya pun sesuai urutan tadi yah, bu. Jadi jika memang belum bisa optimal sesuai presentasi diatas, usahakan untuk penuhi bagian yang awal dahulu ya.

Sebaiknya biaya hidup dan gaya hidup itu terpisah. Jadi, penting sekali untuk kita bisa paham yang mana kebutuhan dan yang mana hanya keinginan yah. Misalnya, jika ada opsi yang memang lebih affordable dan masuk ke budget kita, tidak perlu berpikir lama untuk memilih.

3. Punya Komitmen Menabung Tujuan Finansial

Punya komitmen untuk menabung itu penting. Namun kita bisa kembalikan pada kemampuan masing-masing rumah tangga. Idealnya kita menabung minimal 10% dari penghasilan untuk disisihkan terlebih dahulu. Jadi bukan menabung dari sisa penghasilan, jangan kebalik yah bu. Karena jika demikian, biasanya penghasilan sudah habis duluan di awal kan bu?

Tetap realistis namun juga berusaha disiplin. Jika dirasa masih berat dan kurang termotivasi, coba ingat-ingat tujuan finansial yang ingin kita capai di kemudian hari. Ibu bingung cara realisasinya? No worries, Ibu bisa ikutin gambar di bawah ini yang sempat Ibu Nadia Harsya berikan di webinar lalu.

meme-Jago atur rencana keuangan tahun baru-Artikel Bu ranai.jpg

4. Hitung Tujuan Finansial Keluarga dan Tentukan Strategi Mencapainya

Kalau yang ini tergantung kebutuhan keluarga masing-masing nih bu. Ibu bisa mulai set-up tujuan finansial keluarga dan tentukan strategi mencapainya. Apabila sudah jelas, kita bisa membagi tabungan misalnya untuk dana darurat, dana pendidikan anak, dana pensiun, dan lainnya.

Jika ada yang belum tahu, ibu bisa banget nih memanfaatkan fitur digital pocket dari Bank Jago. Bukan hanya membuat kita mudah mengkategorisasikan dan memisah budget kita jadi beberapa digital pocket. Tapi, juga bisa buat strategi menabung dan mencapai tujuan finansial kita lebih mudah dilakukan.

Ibu bisa set nominal tujuan yang ibu inginkan di setiap digital pocket yang dibuat. Nah, tiap bulan bisa kita atur nih autodebet dari digital pocket penghasilan utama kita. Lalu ada juga fitur kunci digital pocket yang nantinya bisa di akses ketika jumlah nominal yang diinginkan sudah terkumpul.

Memudahkan bukan? Nggak ada alasan lagi nih untuk nggak nabung, karena digital pocket Bank Jago bantu ibu lebih disiplin.

Meme Bu ranai-Jago atur rencana keuangan tahun baru.jpg

Digital Pocket Versi Aku

Kebetulan aku juga pakai digital pocket dari Bank Jago. Rasanya memudahkan banget saat aku beralih ke digital pocket ini. Dulu aku lakuin dengan manual untuk misah-misahin kebutuhan rumah tangga. Kebayang kan bu riwehnya?

Di sini aku punya 6 pocket dan masih bisa terus ditambah lagi bahkan sampai 40 pocket! Perhatiin deh bu di sini ada kategorinya untuk saving atau spending. Kebetulan aku pakai untuk spending pocket, jadi aku pisah-pisah untuk setiap pengeluaran keluarga. Karena aku kebetulan sedang bebas cicilan, jadi aku nggak masukin di sini yah bu. Ingat, Ibu bisa sesuaikan pocket versi Ibu sesuai kebutuhan rumah tangga Ibu.

Berikut adalah digital pocket versi aku:

  • Pocket Operasional untuk biaya hidup sehari-hari dan sosial.
  • Pocket Emergency yang isinya dana darurat.
  • Pocket Kid Edu untuk pendidikan anak, mulai dari biaya sekolah sampai les juga.
  • Pocket Family untuk kebutuhan keluarga kedepannya.
  • Pocket Grocery untuk keperluan belanja bulanan.
  • Pocket Skin Care tentunya untuk lifestyle juga ya bu biar makin glowing.

meme-goal-akhir-tahun-bu-ratih (1).jpg

Itu tadi bu yang bisa kita terapkan agar tahun depan keuangan kita bisa lebih baik lagi. Mulai dari simple aja yah Bu pembagiannya kaya pocket aku! Jika di pertengahan tahun ada hal yang berubah, coba evaluasi lagi apakah keputusan kita itu akan mengganggu cash flow kita apakah tidak. Selalu lakukan keputusan keuangan dalam keadaan yang netral agar lebih rasional.

Kalau Ibu penasaran dengan webinar Ibu Makin Jago berikutnya, Ibu bisa bergabung ke telegram Ibu Makin Jago dan dapatkan informasi paling up-to-date di sini. Nggak hanya itu, Ibu bisa juga berkomunitas bareng dan mendapatkan informasi seputar financial, mental health, self development dan parenting. Yuk, jadi Ibu Jagoan bersama!

Referensi :

https://trustpointinc.com/financial-planning-checklist-get-set-for-2023/

infografis-jago-atur-keuangan-tahun-baru-Bu-Ranai.png


Share:

Artikel Terkait

Financial Support - Jan. 31, 2023

Mengenal Pola Asuh Co-Parenting bersama Ibu Fitri dari Single Moms Indonesia

Baca selengkapnya >
Mental Health - Jan. 31, 2022

Arisan Tanpa Ribet, Pakai Jago Aja Bu!

Baca selengkapnya >
Cek Artikel Serupa

Comments

Add a Comment




Berlangganan

Jangan kelewatan artikel dan berita terbaru agar #Ibumakinjago ngatur cuan, jalanin bisnis, dan ngurus keluarga.

© 2023. Persembahan Ibu Punya Mimpi dan Bank Jago