Yakin Keuangan Ibu Sehat? Jangan - jangan …

Sering terjadi, begitu ada pengeluaran ga terduga, neraca keuangan langsung amburadul ketar ketir cari pinjaman atau kepaksa caplok budget yang lain? Padahal liat dari nominal income sih (harusnya) ga kurang-kurang amat. Nah itu bisa jadi tanda-tanda ada penyakit di financial habit ibu.

Di artikel ini, Bu Mina akan mengajak Ibupreneur buat cek ulang apakah kesehatan keuangan pribadi sudah fit atau belum. Langkah-langkah ini juga bisa loh Ibu terapkan buat cek kesehatan keuangan keluarga atau bisnis Ibu.

Yuk, siap-siap checklist yah Bu😊

Cash flow bulanan bebas defisit?

ARTIKEL-INFOGRAFIS BU IMA (1).jpeg

Cara pertama yang paling mudah buat melihat apakah keuangan sehat sudah Ibu miliki atau belum, adalah dengan analisa keuangan, yaitu melihat pengeluaran dan pemasukan setiap bulan. Coba tantangan ini yuk Bu : Selama tiga bulan berturut-turut, catat semua pengeluaran ibu setiap bulannya. Lalu cek berapa persentasenya dari penghasilan ibu. Sebagai acuan, gambaran cash flow bulanan yang adalah sehat seperti ini :

  • Biaya hidup (keperluan rutin bulanan dan hutang) : 60% dari penghasilan
  • Investasi dan tabungan : 15% dari penghasilan
  • Lifestyle (makan di resto, belanja baju, staycation, dll) : 10% dari penghasilan
  • Dana darurat & asuransi : 10% dari penghasilan
  • Sosial (Zakat, dll) : 5% dari penghasilan

(Sumber : @zapfinance)

Setelah mencatat cash flow bulanan selama 3 bulan, ibu bisa cek pengeluaran ibu dengan acuan diatas. Kenapa harus tiga bulan? Karena kita melihat trend rata-rata bulanannya. Bisa jadi ibu beli baju 2-3 bulan sekali tapi langsung sekalian yang mahal.

Dari perbandingan tersebut, ibu bisa menentukan apakah sudah masuk ke dalam zona aman keuangan sehat atau justru di kategori zona keuangan sekarat 🥲. Ibu jadi punya gambaran dimana kira-kira sumber kebocoran saldo yang membuat keuangan morat marit setiap bulannya. Hasil temuan ini bisa jadi dasar Ibu buat menyusun strategi mengatur keuangan pribadi / keluarga kedepannya.

Dana darurat tersedia?

ARTIKEL-INFOGRAFIS BU IMA (2) .jpeg

Selain cash flow bulanan yang aman, salah satu ciri keuangan sehat adalah memiliki dana darurat. Dana darurat ini berperan sebagai safety net kalau kondisi keuangan tidak berjalan seperti yang direncanakan. Ibu mungkin saat ini punya penghasilan yang cukup buat membiayai kebutuhan bulanan, tapi apa Ibu yakin pemasukan Ibu akan stabil terus selamanya

Pandemi semakin mengajarkan kita pentingnya punya dana darurat, ya tiba-tiba anggaran kesehatan membengkak, atau bahkan bisnis dan pekerjaan terdampak berat akibat berbagai pembatasan.

Lalu, berapa sih besarnya dana darurat yang ideal? para perencana keuangan sebagian besar sepakat jumlah dana darurat sebesar minimal 12x pengeluaran rutin bulanan, termasuk cicilan hutang. Jadi misalnya dalam sebulan jumlah total kebutuhan dasar dan hutang mencapai 5 juta rupiah maka Ibu harus menyiapkan dana darurat sebesar 60 juta rupiah.

Porsi besaran dana darurat 12x ditentukan dengan pertimbangan jika terjadi keadaan darurat dimana Ibu atau pencari nafkah utama keluarga gak dapat pemasukan karena sesuatu hal (seperti kena PHK atau jatuh sakit), maka setidaknya masih bisa membiayai keperluan bulanan sambil mencari sumber pemasukan lain. Tapi jangan lupa ya Bu, jika kondisi sudah kembali pulih, segera isi ulang dana darurat yang sudah terpakai tersebut.

Mampu bayar utang tepat waktu, di atas minimum?

Kembali lagi pada acuan persentase cash flow sehat di atas, alokasi jumlah utang idealnya maksimal 30% dari penghasilan bulanan. Kemampuan Ibu membayar utang dari segi ketepatan waktu dan penggunaan alokasi menunjukkan sehat atau tidaknya kondisi keuangan pribadi / keluarga.

Buat hidup tenang tanpa dikejar cicilan memang butuh tekad keras. Pastikan kita bisa bayar utang sesuai tenggat waktu dan jumlah yang ditentukan, kalau tersendat? Nah, ini jadi salah satu red flag kalau keuangan Ibu kurang sehat. Hal yang sama juga berlaku jika Ibu bisa melunasi utang tapi alokasi lain terganggu. Misalnya bulan ini tagihan kartu kredit berhasil dilunasi, tapi buat kebutuhan makan sehari-hari jadi kurang, ujung-ujungnya jadi harus pinjam sana sini lagi buat memenuhi kebutuhan harian tersebut.

Punya tabungan pensiun?

Mau dong Bu nanti masa jompo kita glamor, tetap bisa jalan-jalan, tenang tanpa khawatir membebani anak. Nah salah satu cara menuju impian ini adalah punya tabungan pensiun.

Punya tabungan hari tua juga menjadi salah satu indikator kalau Ibu punya tujuan jelas dalam perencanaan keuangan hingga jangka panjang. Masa pensiun itu pasti akan datang, dan jika dipersiapkan dengan baik maka Ibu dapat menikmati masa pensiun dengan tenang.

Punya perlindungan berupa asuransi?

ARTIKEL- INFOGRAFIS BU IMA (3) .jpeg

Sama halnya dengan dana darurat, asuransi berperan sebagai safety net dalam menghadapi kondisi tak terduga. Misalnya, dalam asuransi jiwa, proteksi diberikan kepada keluarga untuk membiayai kebutuhan hidup apabila pencari nafkah utama meninggal dunia. Asuransi kesehatan yang tepat juga bisa jadi proteksi keuangan supaya ga mengganggu kas bulanan ketika Ibu atau anggota keluarga jatuh sakit.

Langkah sehat perkuat keuangan

Nah, gimana Bu? sampai sini Ibu sudah bisa menilai kondisi keuangan Ibu belum? 😊 Kalau ternyata keuangan Ibu belum sehat, ada tips dari Bu Mina supaya ibu makin jago mengatur keuangan pribadi atau keluarga :

  • Buka rekening terpisah buat memisahkan alokasi cash flow bulanan. Kalau pusing dengan banyak rekening, Ibu juga bisa cari bank yang punya fitur mempermudah alokasi pengeluaran. Ibu juga bisa set transfer otomatis ke “kantong-kantong” virtual tersebut agar gaji langsung dipisahkan sesuai alokasinya pas tanggal gajian. Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah aplikasi banyak kantong dari Bank Jago.
  • Terapkan mindset kalau semakin kecil jumlah utang, maka semakin banyak yang bisa Ibu tabung dan investasikan. Jangan malah menjadi lampu hijau untuk berutang bahkan sampai batas maksimal alokasi utang sehat. Sebaiknya diutamakan buat menabung dana darurat.
  • Cek pos lifestyle. Seringkali pos ini menjadi sumber bocor halus keuangan Ibu. Apalagi udah pakai judul self-reward atau ikut suara hati “kapan lagi mumpung diskon” 🥲 Kalau memang sudah gak ada alokasinya maka jangan dipaksakan yah Bu. Belajarlah untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta tentukan prioritas Ibu.
  • Pilih produk investasi dan proteksi yang sesuai dengan tujuan finansial Ibu. Pahami profil resiko produk investasi yang akan Ibu ambil. Untuk produk proteksi/asuransi, pastikan Ibu membaca dan mengerti klausul dalam polisnya. Ingat yah Bu, Asuransi itu bukan instrument tepat buat investasi.
  • Gunakan pemasukan tambahan dari usaha sampingan Ibu atau sisihkan dari tunjangan penghasilan yang diberikan kantor (THR, gaji ke-13, dll) buat menabung dana darurat maupun tabungan pensiun. Mumpung masih muda, mari maksimalkan earning power kita Bu!
  • Perkaya literasi keuangan Ibu. Saat ini udah banyak akses informasi terkait pengetahuan finansial, baik yang berbayar maupun gratis. Manfaatkan kemudahan ini supaya Ibu makin jago mengatur keuangan pribadi atau keluarga.
  • Jasa Financial Planner. Kalau Ibu gak punya waktu atau tenaga buat mengatur keuangan yang visioner dan terstruktur, Ibu bisa mempertimbangkan untuk hire financial planner yang sudah tersertifikasi.
  • Disiplin dan konsisten. Dari semua tips di atas yang paling penting adalah mental Ibu dalam menjalankan rencana keuangan yang sudah dibuat. Jangan tergoda dengan kesenangan sesaat tapi merana kemudian ya bu 😃

Yuk bu semangat berjuang biar Ibu makin jago mencapai financial freedom versi Ibu 😉 kalau bukan dari sekarang, kapan lagi? Kalau bukan Ibu, siapa lagi?

“A BIG PART OF FINANCIAL FREEDOM IS HAVING YOUR HEART AND MIND FREE FROM WORRY ABOUT THE WHAT-IFS OF LIFE” - SUZE ORMAN

Makin jago atur keuangan keluarga Ibu dengan baca artikel ini

Keuangan yang sehat dimulai dari pencatatan dan alokasi yang baik gak sih, Bu? Download Bank Jago dan cobain fitur pocket-nya yuk!


Share:

Artikel Terkait

Jago Personal - June 17, 2022

Arisan Menabung Mimpi

Baca selengkapnya >
Jago Personal - Aug. 12, 2022

Perjalanan Membangun Bisnis Kerajinan Limbah Kayu Palet – #IbuMakinJago

Baca selengkapnya >
Cek Artikel Serupa

Comments

Add a Comment




Berlangganan

Jangan kelewatan artikel dan berita terbaru agar #Ibumakinjago ngatur cuan, jalanin bisnis, dan ngurus keluarga.

© 2021. Persembahan Ibu Punya Mimpi dan Bank Jago