Dec. 10, 2022

Cerita Tentang Ibu Siska dan Mimpinya yang Tertunda - Tips Atur Keuangan Menggapai Mimpi

Hai salam kenal, saya Nadia Harsya. Kali ini saya ingin membagikan tips untuk mengatur keuangan, agar Ibu Makin Jago nabung untuk menggapai mimpi. Cerita yang kali ini akan saya bagikan, yaitu tentang salah seorang teman saya yang mimpinya sempat tetunda, namanya Ibu Siska. Seperti banyak ibu yang harus menekan pause dalam hidup dan karirnya, Ibu Siska juga punya banyak mimpi yang tertunda.

Ibu Siska adalah seorang ibu rumah tangga, dengan 2 anak yang baru saja lewat masa balita. Kalau sudah lewat masa balita, biasanya sudah bisa bernafas sedikit lega yah bu? Seperti Ibu Siska yang saat ini juga sedang berusaha menemukan kembali jalan menuju mimpinya yang sempat tertunda.

Semoga dengan kisah ini, banyak ibu yang akan terinspirasi, bahwa mengejar mimpi setelah punya keluarga itu bisa dan tidak apa-apa.

“Hai Ibu Jagoan, di Sini Ibu Siska Bercerita...”

Ketika saya sekolah dulu, ada satu quote yang membuat saya sangat bersemangat memikirkan masa depan:

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.

Eleanor Roosevelt

Dulu, ketika baru lulus kuliah saya fokus banget ingin jadi chef professional dan cake decorator, rasanya keren banget aja gitu. Ketika masih awal bekerja, semua mau saya kejar!

Kayaknya senang dan menikmati sekali roda kehidupan yang berputar kencang. Hari ini dikejar deadline, besok lembur project wedding, lusa business trip, weekend nonton konser. Kalau boleh bernoslatgia sedikit ke masa lalu, pastinya ibu juga kebayang banget kan rasanya?

Sampai tiba masa beberapa tahun kemudian saya jadi ibu, rusuhnya sih sama aja, tapi berubah bentuk prioritasnya. Saya mulai belajar kalau tantangan ibu bekerja sambil mengurus anak itu sungguh nggak main-main, apalagi kalau support systemnya nggak solid.

Saya ditampar kenyataan bahwa hidup jadi ibu tidak semudah seperti yang saya lihat di iklan keluarga bahagia.

Saya kewalahan, boro-boro deh memikirkan target pencapaian dan aktualisasi diri, mikirin anak dan keluarga terurus tanpa drama saja udah bagus. Boro-boro bikin project wedding cake, bisa ngurus baby newborn sambil masak sayur bening aja udah pencapaian banget bu!

Saat kewalahan, pelan-pelan mimpi saya mulai terlupakan. Satu hal yang saya sadari, semakin beranjak dewasa, makin banyak tanggung jawab kita apalagi sebagai orangtua, mimpi pribadi ibu kadang gak jadi prioritas lagi.

Saya pun dengan terpaksa melepas pekerjaan saya. Niatnya sementara, dan berharap ada caranya untuk kembali lagi ke sana. Saat itu walau sedih saya menghibur diri, “Yah, nggak apa, namanya juga hidup ya, punya keluarga, punya anak, berubah prioritas tuh wajar banget.”

Namun saya punya prinsip. Mimpi boleh berubah seiring waktu, tapi jangan sampai energi dan strategi mencapainya nggak dilanjutkan karena mager.

Senangnya jaman berubah dan banyak kemudahan. Satu quote lagi yang bikin saya kembali semangat mengejar mimpi dan punya goal kehidupan.

“A goal without plan is just a wish..”

Dor! Rasanya tertampar kan? Jadi selama ini aku tuh cuma punya angan-angan aja tapi nggak berusaha mewujudkan. Namun ketika berefleksi, resah sendiri karena banyak harapan tidak tercapai. Ternyata ada hal yang tertinggal. Yaitu jalan mewujudkannya yang lupa untuk dicari.

Ketika anak mulai beranjak besar, kehidupan sudah lebih stabil saya dibangunkan oleh mimpi lama saya yang memanggil-manggil dari tempatnya terkubur. Tapi kok rasanya minder ya setelah vakum beberapa waktu, masih ada nggak sih kemampuan saya? Nggak mau nyerah akhirnya saya mencoba mewujudkan kembali mimpi saya.

Meme-Cerita-Tentang-Ibu-Siska.png

Ini adalah 3 langkah yang akan saya bagikan untuk memulai kembali mimpi setelah jadi ibu:

Langkah 1: Punya S.M.A.R.T Goal

Spesifik, Measurable, Achievable

Ibu bisa memulai menyakan ke diri sendiri, “Apa yang ibu lakukan? Ibu mau ngapain nih?”. Contohnya, “Aku ingin nambah keterampilan baking cake decorating dengan ikut kursus biar tahun depan aku mulai percaya diri untuk kembali buka usaha dan buka orderan cake dalam skala besar.

Realistic & Timely

“Kapan mimpi ibu mau direalisasikan?”

“Kayaknya aku bisa ikut kursus ketika barengan jam anak sekolah, 6 bulan lagi pas tahun ajaran baru”.

There you go, now you have a new dream! Seneng nggak sih? Saya merasa sejak jadi ibu, pencapaian kita nggak perlu selevel menyelamatkan negara dari perang dunia kok, merayakan pencapaian kecil aja sudah bikin saya bangga!

Langkah 2: Eksekusi Anti Ribet

Jadi ibu itu udah ribet, jadi mari kita bikin eksekusi yang anti ribet dengan cara berikut ini yah bu!

Hitung Nilai Mimpimu

Di sini ibu bisa memperkirakan nominal yang dibutuhkan agar mimpi ibu terlaksana. Ya memang benar niat adalah hal terpenting. Tapi karena bayar kursusnya nanti pakai uang, jadi kita tetap butuh mengejar jumlah ini daripada nanti bingung nggak tau bayarnya pakai apa. Di sini ibu bisa mulai mengatur keuangan rumah tangga dengan coba menyisihkan mumpung waktunya ada and turning your dreams into number.

Hitung Kemampuan Menabung

Seperti kita ketahui bersama, ibu memegang peran sebagai Menteri Keuangan keluarga yang paling generous dan tidak egois. Bagaimana tidak? Untuk urusan mengatur keuangan rumah tangga, semua pasti menjadi prioritas. Sanking tarik-tarikan prioritas, terkadang kebutuhan ibu jadi terabaikan, dan mentok di pilihan, “Mending bayarin les anak atau bayarin kursus mengembangkan diri sendiri yah?”

Kenapa nggak keduanya berjalan bersama? Bisa kok bu, namun konsekuensinya kita harus lebih mindful mengatur keuangan rumah tangga biar cukup untuk semua.

Basically, budgeting keuangan rumah tangga tuh sebenarnya bisa dibuat sederhana. Ada banyak sekali metode yang bisa ibu pakai sesuai kenyaman keuangan ibu. Kalau saya, ikutin salah satu contoh budgeting seperti gambar dibawah ini. Di sini ibu bisa membagi antara keinginan, menabung, investasi, kewajiban dan juga kebutuhan.

meme-Tips-Atur-Keuangan-NadiaHarsya.png

Langkah 3: Action!

Saya bersyukur banget sama teknologi perbankan masa kini, semua tercipta memudahkan kita untuk mengatur cash flow keuangan rumah tangga.

Saya ingat dahulu ibu saya memisah-misahkan uang belanja pake amplop, ada yang dipisahkan berdasarkan kebutuhannya, ada juga yang dipisah berdasarkan waktu, uang belanja per minggu misalnya.

Sekarang, karena banyak urusan pembayaran sudah berubah jadi digital, rasanya sistem uang tunai dan amplop ini udah nggak relate lagi ya. Tapi senang banget sistem ini diadopsi sama bank Jago, jadi kita bisa tetap pakai “amplop digital” melalui kantong Jago yang membantu banget!

Dengan kantong Jago, Ibu bisa mulai mengumpulkan uang untuk mewujudkan mimpi ibu, bisa bikin target untuk menabung harian, mingguan maupun bulanan, hingga topup sewaktu waktu ketika dapat rejeki lebih.

Menabung membantu kita tetap fokus dalam manifestasi mimpi kita. Ketika ingin menggapai sesuatu buatlah visualnya, tanamkan terus di kepala, nah biasanya ketika begini kita akan jauh lebih gigih menggapai keinginan itu.

“Tapi bu, aku tuh belum bisa lho nabung banyak-banyak setiap bulan, paham kan, pokoknya keperluan anak dan keluarga tuh ada aja datangnya, gimana ya?”

Tidak apa mulai dari nominal yang kecil, selangkah demi selangkah, tapi paling tidak ibu nggak cuma jalan di tempat. Lihat deh gambar ini biar jadi inspirasi!

meme-Tips-Atur-Keuangan-Nadia.png

Lebih baik ibu bisa menabung rutin walaupun sedikit-sedikit, dibandingkan bisa besar tapi tidak konsisten. Melihat isi rekening bertambah walaupun tidak besar bisa jadi booster semangat untuk mewujudkan mimpi lho bu!

Jadi, yuk action mulai dari mimpi yang paling dekat kamu gapai. Karena proses mengatur uang itu kayak mengatur hidup, kalau ibu sudah menemukan polanya, disiplinnya dan repetisinya, ini akan jadi lebih mudah buat dilakukan.

Sederhana Tapi Terlaksana

Singkat cerita, setelah ibu Siska melakukan 3 langkah ini, dia berhasil mewujudkan kembali mimpinya untuk comeback menekuni mimpinya menjadi professional cake decorator. Semua dimulai dari mimpi sederhana.

Setelah baca artikel ini, apakah Ibu sudah siap mewujudkan mimpi? Jadi ibu memang tidak mudah, makanya jangan sampai kesulitan ini kamu hadapi sendiri.

Ibu bisa follow instagram Ibu Makin Jago dan ikutan gabung di telegram Ibumakinjago untuk berbagi, bertemu dan mewujudkan kembali mimpi ibu.

Penulis: Nadia Harsya

Referensi: Brainyquote.com, Thebalancemoney.com.

nadia-3-langkah-memulai-mimpi.png


Share:

Artikel Terkait

- Dec. 16, 2022

Tips PDKT Sama Anak, Biar Tambah Akrab dan Kompak!

Baca selengkapnya >
- Dec. 16, 2022

Bingung Memilih Komunitas, Bu? Simak 5 Cara Jagoan Memilih Komunitas yang Pas di Hati.

Baca selengkapnya >
Cek Artikel Serupa

Comments

Add a Comment




Berlangganan

Jangan kelewatan artikel dan berita terbaru agar #Ibumakinjago ngatur cuan, jalanin bisnis, dan ngurus keluarga.

© 2021. Persembahan Ibu Punya Mimpi dan Bank Jago