Dec. 16, 2022

Bingung Memilih Komunitas, Bu? Simak 5 Cara Jagoan Memilih Komunitas yang Pas di Hati.

Debby Febrina Arifin

Editor & Content Creator

@debbyf_

Dewasa ini, banyak sekali komunitas baru yang bermunculan. Apalagi setelah dunia digital makin berkembang, muncul komunitas-komunitas dengan ide yang fresh serta tujuan dan goals yang lebih spesifik. Hal ini cukup berbeda ya bu di masa lampau.

Coba Ibu ingat-ingat deh, rasa-rasanya dulu tuh jika mendengar kata komunitas pikiran kita langsung mengarah kepada hal dibawah ini.

Bapak-bapak dengan komunitas moge (motor gede).

Bapak-bapak dengan komunitas barang antik.

Atau remaja dengan komunitas seni.

Jarang sekali ya kita mendengar komunitas untuk wanita terutama untuk ibu-ibu. Padahal jika kita telisik lebih dalam, ada beberapa komunitas Ibu yang sudah lama terbentuk salah satunya adalah PKK atau Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Sepertinya hampir semua Ibu di Indonesia tergabung dengan komunitas ini ya, betul tidak, bu?

Sebagai salah satu program pemerintah Indonesia, PKK memang dibuat eksklusif untuk ibu-ibu dan salah satu tujuannya adalah untuk pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan keluarga. (Sumber: Website Desa Sukoharjo, Jawa Tengah)

Tren Komunitas Ibu Saat Ini

Lantas, bagaimana ya dengan tren komunitas ibu di era modern ini?

Berbeda dengan kondisi beberapa tahun silam, semenjak dunia digital bergerak masif ternyata makin banyak nih komunitas ibu-ibu yang terbentuk. Salah satunya didorong oleh kemudahan komunikasi dan penyebaran informasi melalui teknologi internet. Jika dulu pergerakan Ibu terbatas, sekarang melalui handphone pun kita dapat informasi tentang berbagai komunitas, mendaftar komunitas tanpa kesulitan, bahkan langsung berinteraksi dengan anggota komunitas di social messenger.

Bingung-Memilih-Komunitas-bu-debby(gif).gif

Jenis komunitas pun makin beragam lho, bu. Coba deh Ibu scroll laman Instagram, tidak sulit untuk menemukan banyak sekali akun profil dari komunitas yang digagas oleh Ibu dan untuk Ibu dengan berbagai minat dan tujuan.

Ibu suka memasak dan ingin berbisnis? Ada komunitas bisnis kuliner untuk Ibu.

Ibu tertarik dengan parenting dan ingin belajar lebih banyak? Ada komunitas parenting yang bisa Ibu ikuti secara online.

Ibu suka menulis dan mau mengembangkan kemampuan? Ada komunitas menulis khusus Ibu. Bahkan Ibu bisa jadi penulis dan monetized blog lho!

Wah, ternyata memang banyak sekali ya komunitas ramah Ibu di zaman sekarang. Saking banyaknya, kadang Ibu sampai bingung memilih mau bergabung dengan komunitas yang mana.

Eits, jangan bingung duluan, bu! Simak tips dari Ibu Makin Jago agar dapat memilih komunitas yang sesuai dan tepat dengan diri Ibu.

1. Sesuaikan dengan Minat

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menemukan komunitas apa yang sesuai dengan diri Ibu adalah perhatikan kesamaan minat. Adanya kesamaan dalam hal minat dan passion ini sangat berpengaruh lho. Ibu pasti pernah bertemu dengan seseorang yang baru dikenal namun bisa langsung ‘klik’ ketika mengobrol, bukan? Hal ini pula yang akan Ibu temui jika bergabung dengan komunitas yang tepat.

Nah, sekarang Ibu bisa ingat-ingat lagi nih, kira-kira lagi tertarik dan minat di bidang apa ya?

2. Tentukan Kebutuhan

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan untuk Ibu sebelum menentukan bergabung di komunitas. Salah satunya adalah tujuan atau goals apa yang ingin Ibu dapatkan. Hal ini juga termasuk kebutuhan apa saja yang bisa Ibu dapatkan jika bergabung dengan suatu komunitas seperti hal dibawah ini.

Apakah Ibu bergabung untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman baru?

Atau bergabung untuk memperluas koneksi?

Atau jangan-jangan Ibu hanya ingin mencari kesibukan di luar?

Jadi, Ibu bisa pikirkan lagi nih kira-kira apa ya alasan Ibu ingin masuk ke dalam komunitas. Karena setiap komunitas pastinya memiliki tujuannya masing-masing.

3. Sesuaikan dengan Kemampuan

Masuk ke dalam komunitas juga harus menyesuaikan dengan kemampuan lho Bu. Memang apa hubungannya, ya?

Meskipun sepertinya kedua hal ini tidak bersinggungan, namun ternyata menyadari kemampuan diri sendiri juga menjadi bahan pertimbangan ketika kita bergabung dengan komunitas Bu. Misal pertimbangan tentang kemampuan finansial saat memasuki komunitas pecinta fashion limited edition atau pertimbangan saat bergabung dengan komunitas yang intens melakukan offline meet up, pastinya akan merogoh uang jajan lebih nih Bu.

Nah, maka dari itu, sebelum memutuskan komunitas mana yang akan diikuti alangkah baiknya jika Ibu mempertimbangkan kemampuan dan tidak memaksakan jika ternyata tidak cocok.

4. Perhatikan Komitmen Waktu dan Realistis

Pasti sudah pada tahu lah ya, bagaimana hecticnya jadwal keseharian dari seorang Ibu. Bangun tidur sudah langsung nyiapin sarapan, perlengkapan sekolah dan kerja. Belum beres-beres rumahnya, lanjut nemenin anak main. Apalagi untuk seorang working mom, masih juga harus fokus urus pekerjaan. Waduh, kalau tidak pintar membagi waktu bisa jadi malah keteteran. Betul nggak, bu?

Jika Ibu memilih untuk bergabung dengan komunitas, berarti Ibu juga harus bisa commit dengan berbagai kegiatan komunitas. Sekali lagi bu, perhatikan pula seberapa besar komitmen yang akan dan bisa Ibu berikan untuk beraktivitas bersama komunitas ya! Misalkan Ibu sudah kewalahan dengan kesibukan sehari-hari, alangkah baiknya jika Ibu memilih komunitas yang biasa menyelenggarakan kegiatannya secara online dan tidak menuntut anggotanya untuk hadir dalam waktu yang cukup lama.

It’s okay banget bu untuk dapat mengembangkan diri di luar peran dan kesibukan sebagai seorang Ibu. Namun tetap jangan lupakan prioritas, yah! Ibu juga harus realistis dengan waktu yang dimiliki.

5. Pastikan Nilai-nilai Komunitas Sejalan dengan Ibu

Hal terakhir dan paling penting yang bisa Ibu lakukan adalah untuk bergabung dengan komunitas yang memiliki kesamaan value dengan Ibu. Value dalam komunitas merupakan hal basic yang nantinya berpengaruh dengan kenyamanan Ibu dalam bersosialisasi, lho. Bayangin deh jika Ibu bergabung dengan suatu komunitas yang ternyata tidak sejalan dengan apa yang Ibu yakini. Pasti ada hal tidak nyaman, susah nyambung, susah untuk ‘klik’ dengan anggota lain.

Bukankah lebih menyenangkan jika Ibu dapat bersosialisasi dengan bebas dan nyaman, berdiskusi dengan anggota lainnya, atau saling sharing pengalaman. Jika memang Ibu sudah terlanjur bergabung dengan komunitas yang tidak sejalan dengan value Ibu dan tidak nyaman, tidak ada salahnya untuk pamit undur diri dan mencari kesempatan lain di luar sana.

Sebagai salah satu bentuk pengembangan diri Ibu, bergabung dengan komunitas-komunitas di luar sana memang terbukti efektif. Apalagi jika anggota yang tergabung berasal dari berbagai wilayah dan background, tentunya akan semakin menambah pengetahuan dan pengalaman. Bukan tidak mungkin, dari komunitas Ibu akan mendapatkan banyak inspirasi yang nantinya mendorong Ibu untuk berkembang menjadi wanita dan seorang Ibu yang lebih baik lagi. Ibu bisa mulai dengan susun strategi pengembangan diri. Caranya? Baca artikel ini ya, bu.

Selain itu, Ibu juga bisa mulai level up diri dengan bergabung ke telegram komunitas Ibu Makin Jago, lho! Gak hanya seru-seruan dengan berbagai member dari penjuru Indonesia, di sini Ibu akan mendapatkan informasi terkini seputar komunitas Ibu, menambah ilmu dengan berbagai webinar, dan pasti berbagai event lainnya yang gak kalah seru.

It’s okay jika Ibu masih tertatih-tatih dalam perjalanan mengembangkan diri. Ingat bu, tidak ada hal yang tidak mungkin jika Ibu terus dan terus mencoba. Apalagi jika perjalanan mengembangkan diri Ibu ditemani oleh Ibu Makin Jago Level Up. Yuk, mulai mencoba, bu!

infografis-Bingung-Memilih-Komunitas-bu-debby (1).png


Share:

Artikel Terkait

- Dec. 10, 2022

Webinar #IbuMakinJago: Ibu Jagoan Siap Hadapi 2023

Baca selengkapnya >
- Feb. 4, 2023

Recap 1st Anniversary Ibu makin Jago: Biar Self Reward Lancar, Tabung Dulu Dananya!

Baca selengkapnya >
Cek Artikel Serupa

Comments

Add a Comment




Berlangganan

Jangan kelewatan artikel dan berita terbaru agar #Ibumakinjago ngatur cuan, jalanin bisnis, dan ngurus keluarga.

© 2023. Persembahan Ibu Punya Mimpi dan Bank Jago