Anti Pusing Hadapi Anak Tantrum, Intip Cara Mengatasinya Yuk, Bu!

Siapa di sini yang anaknya sedang berada di fase suka tantrum sampai bikin ibunya pusing kepala?

Cara mengatasi anak tantrum butuh kesabaran yang luar biasa. Lain anak, lain juga caranya. Tapi jangan khawatir, Bu. 99,99% orang tua pasti pernah merasakan fase tantrum pada anak yang bikin kepala pusing tujuh keliling. Nggak cuma bikin pusing, kebanyakan dari kita juga pasti mengalami emosi serta stres karena seringnya melihat anak sedang tantrum. Kalau tantrumnya nangis aja sih rasanya masih bisa kita handle yah, Bu. Tapi kalau sudah digabung dengan aksi teriak, berguling-guling di tanah, hingga melukai diri sendiri dan orang lain, gimana orang tua tidak ikutan senewen?

Faktanya, fase tantrum pada anak adalah hal yang wajar loh, Bu. Tantrum sendiri adalah salah satu tahap perkembangan emosi yang dilalui oleh anak berumur 1-4 tahun yang memang kemampuan verbalnya belum berkembang secara sempurna. Bayangin deh Bu berada diposisi anak, ingin sesuatu namun susah untuk mengungkapkan. Atau ketika anak sedih, tetapi dia tidak tahu apa emosi yang sedang dia rasakan. Pastinya frustasi kan, Bu? Itu pula yang dirasakan oleh para toddler ini.

Sebagai seorang dewasa yang tentu lebih handal dalam meregulasi emosi, sudah tentu Ibu paham bahwa anak tantrum membutuhkan bantuan dari orang tuanya. Alih-alih, terpancing emosi dengan tindakan anak, yuk coba cara jago berikut ini agar Ibu dapat membantu anak menghadapi episode tantrum!

Apa saja ya kira-kira cara mengatasi anak tantrum?

1. Tetap Tenang dan Stay Cool

Cara mengatasi anak tantrum penuh lika liku. Apalagi melihat anak memasuki episode tantrum memang rasanya jadi terpancing untuk ikutan emosi ya, Bu. Tetapi, hal pertama yang bisa Ibu lakukan adalah harus tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Jangan sampai keceplosan memarahi anak bahkan sampai memukul karena hal tersebut malah akan berdampak lebih buruk untuk anak. Ikuti cara dari Ibu Makin Jago ini, Bu.

tantrum-bu-debby.jpg

Tarik nafas dalam-dalam…

Keluarkan secara perlahan…

Sambil berkata, “Yuk, pasti bisa tenang!”

2. Pisahkan Anak Dari Keramaian dan Make Sure Bahwa Anak Aman

Setelah mengontrol emosi, cara mengatasi anak tantrum lainnya yang bisa Ibu lakukan adalah dengan memisahkan anak dari keramaian. Jika anak mengalami tantrum di tempat umum, Ibu bisa membawa ke tempat yang lebih sepi. Atau misalkan anak tantrum di rumah saudara, Ibu dapat memisahkan anak dari saudara-saudaranya yang lain. Semakin sedikit orang yang melihat anak tantrum maka lebih baik.

Setelah dibawa menjauh, pastikan tempat aman dan jauh dari barang-barang berbahaya yang akan melukai anak misalkan kabel listrik, colokan, benda-benda tajam, atau cairan berbahaya. Hal ini berupaya agar anak dapat melepaskan emosinya dengan aman.

3. Beri Anak Waktu Untuk Melampiaskan Emosinya

Sebagai seorang Ibu rasanya pasti tidak nyaman yah Bu melihat anak marah sampai tantrum. Tidak hanya bingung dan khawatir dengan apa yang anak rasakan, terkadang kita masih mendapatkan pandangan tidak mengenakkan dari orang sekitar. Kalau bisa nih rasanya mau langsung seret anak aja biar gak tantrum terlalu lama dan dilihat orang-orang. Tapi ternyata, hal ini malah tidak membantu anak dalam melampiaskan emosinya loh!

Nah, sayangnya tidak ada cara terbaik nih untuk menghilangkan tantrum pada anak. Ibu tetap harus menunggu dengan sabar hingga emosi anak mereda. Rasanya memang melelahkan yah, Bu. Tapi tantrum adalah hal yang memang wajar dialami oleh anak-anak dan merupakan salah satu step dalam perkembangan emosi anak.

4. Pantau Anak Dari Dekat

Melihat anak yang tantrum sambil menangis, berguling di tanah, bahkan terkadang memukul memang bikin hati ini gemas. Rasanya mau langsung ditarik, dipeluk, atau sekalian pergi aja deh agar anak dapat berhenti. Tapi ternyata cara mengatasi anak tantrum seperti yang barusan saya sebutkan tidak disarankan loh, Bu.

Lantas, apa ya yang bisa Ibu lakukan?

Beberapa psikolog anak menyarankan Ibu dan orang tua di sekitar anak untuk terus hadir di dekatnya. Tidak perlu bingung untuk memeluk atau merayu anak agar berhenti, cukup duduk dan perhatikan anak dari jarak yang masih bisa dijangkau. Alih-alih memberikan ekspresi marah atau khawatir, pasang muka datar dan tanpa ekspresi di depan anak. Hal ini bertujuan untuk menegaskan pada anak bahwa:

“Ibu tidak akan mengabulkan semua permintaan hanya karena kamu tantrum, namun Ibu akan tetap mendampingi hingga emosimu mereda”.

5. Afirmasi Perasaannya dan Cari Tahu Penyebab Tantrum

Setelah tantrum dan emosi anak mereda, jangan langsung menganggap bahwa hal ini selesai begitu saja, Bu. Karena tantrum merupakan salah satu tahap dalam perkembangan emosi anak, Ibu juga harus berperan nih untuk mengarahkan ke yang lebih baik. Satu hal yang perlu diingat dari awal, bahwa anak tidak paham dan mengerti tentang gejolak emosi yang ia rasakan. Maka dari itu, muncullah tantrum sebagai rasa frustasi anak terhadap emosinya.

Sebagai seorang orang tua, hal pertama yang bisa Ibu lakukan setelah tantrum anak mereda adalah melakukan afirmasi atas emosi dan perasaan yang anak rasakan, kemudian cari tahu penyebab di balik tantrum anak. Contohnya:

“Kakak tadi kecewa ya karena Ibu larang beli mainan”

“Ibu ngerti banget kok kalau kakak marah dan kecewa. Nggak apa-apa kalau kakak merasa kecewa, ya”

“Kakak sedih ya karena tadi mainannya direbut adik? Atau marah karena adik gak mau main sama kakak? Yuk main bareng lagi sama adik sama Ibu, ya”

Dengan mengakui dan mengafirmasi emosi yang anak rasakan, bisa menjadi cara mengatasi anak tantrum yang mujarab. Anak jadi mengetahui bahwa hal yang menyesakkan dadanya adalah hal yang wajar dan dirasakan oleh semua orang. Seiring bertambahnya umur, perlahan anak akan belajar bagaimana mengatur emosi dan melampiaskan dengan cara yang seharusnya.

6. Perlahan Ajarkan Anak Mengenal Emosinya dan Cara Menghadapinya

Mengenalkan berbagai emosi kepada anak merupakan salah satu cara mengatasi anak tantrum. Ibu bisa memberikan pengertian kepada anak bahwa emosi adalah hal yang wajar dirasakan oleh manusia. Pertamanya, anak pasti bingung bagaimana menghadapi emosi yang cukup beragam. Tetapi, jika Ibu konsisten mengajarkan bagaimana mengenali emosi dan melampiaskannya dengan benar, secara perlahan anak akan mengerti dan mulai mengurangi intensitas tantrum lho!

7. Kuatkan Hatimu, Bu!

Kadang suka stres sendiri nggak sih Bu lihat anak kayaknya tantrum terus setiap hari. Sampai-sampai kita berpikir, “Ini kapan sih selesainya???”

Menurut penelitian, tantrum pada anak akan mulai menurun setelah anak menginjak umur 4 tahun. Ketika anak sudah makin pandai untuk mengutarakan emosi dan perasaannya, maka secara perlahan intensitas anak untuk tantrum pun juga akan berkurang. Jadi, don’t worry yah, Bu!

Menghadapi anak yang memasuki fase tantrum memang sangat menguras jiwa dan raga. Namun, jika bukan kita sebagai orang tuanya yang mengajarkan dan mengarahkan anak dalam meregulasi emosinya, bisa-bisa anak akan kesulitan dan tentu akan berdampak di masa depannya.

Rasa capek, stres, dan emosi yang Ibu lalui adalah hal yang valid. Begitu pula dengan rentetan emosi dan tantrum yang anak rasakan.

Tidak perlu bingung jika Ibu mengalami kesulitan dalam prosesnya karena ada Ibu Makin Jago yang setia menemani Ibu dalam perjalanan menjadi #IbuJagoan untuk anak dan keluarga. Ibu juga bisa loh bergabung dengan telegram Ibu Makin Jago agar bisa sharing seru dengan ibu-ibu lainnya dari segala penjuru Indonesia. Jangan lupa, cobain juga tips PDKT sama anak biar makin akrab di sini.

Selain tips yang Ibu Makin Jago share di atas, kira-kira ada cara lain yang efektif dan berhasil Ibu lakukan dalam mengatasi tantrum pada anak? Share yuk di kolom komentar!

bu debby-tantrum.png


Share:

Artikel Terkait

Jago Keluarga - May 13, 2022

3 Pelajaran Penting Mengatur Uang di Bulan Ramadhan Menurut Ibu Ranintia

Baca selengkapnya >
Jago Keluarga - June 30, 2022

Anti Brutal Beli Buku Anak dengan Arisan Buku dari Ibu Isma Eriyanti

Baca selengkapnya >
Cek Artikel Serupa

Comments

Add a Comment




Berlangganan

Jangan kelewatan artikel dan berita terbaru agar #Ibumakinjago ngatur cuan, jalanin bisnis, dan ngurus keluarga.

© 2021. Persembahan Ibu Punya Mimpi dan Bank Jago